HAJAR ASWAD & AMBISI



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudaraku yang dimuliakan Allah, saya ingin sekedar berbagi cerita pengalaman pribadi saya. Pengalaman ini adalah kejadian pada saat saya umroh tahun 2013 masih lajang. Perjalanan spiritual pertama kali saya pada 13 April 2013 berangkat dari kota Solo lalu transit ke Jakarta lalu take off Jeddah via Garuda Airlines. Saya berangkat sendirian tidak bersama keluarga tapi ada teman sekantor berangkat juga tapi ibu dan budhe, pakdhe nya ikut. Kejadian waktu di Masjid Nabawi sudah saya ketik di artikel sebelumnya "Mencari Jati Diri" bisa dibaca yah. Sekarang saya akan cerita pengalaman saya waktu di Masjidil Haram. Oke sekarang kita mulai ya.
Pada saat ritual umroh pertama kali adalah mengambil miqot di Masjid Bir Ali lalu kita langsung tolak ke Makkah dengan menempuh perjalanan 4jam kurang lebihnya menggunakan bis. Di dalam bis kita dituntun oleh pembimbing umroh untuk berdoa dan bertalbiyah :

Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbarika, innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulka laa syariika laka.

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku dating memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Bacaan Shalawat:

Allaahumma shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Doa sesudah Shalawat:

Allaahumma innaa nas-aluka ridhaaka wal-jannata wana’uudzu bika min sakhathika wan-naari, rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wafil-aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridhaan-Mu dan surga, kami berlindung pada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ok, setibanya kami di Makkah kamipun menuju ke hotel dulu menaruh tas,koper,dll dan ada rukun umroh yang harus dijaga (bisa lihat dibuku panduan umroh). Hmmm....Jarak hotel saya menuju Masjidil Haram lumayan juga yah kurang lebih 700m dan kita berjalan kaki bolak balik. Malam itupun saya bersiap untuk melakukan ritual umroh saya. Pada saat saya masuk ke Masjidil Haram saya masih kayak orang ndesho ceritanya, saya pikir Masjidil Haram sama Ka'bah itu letaknya beda. BEGITU SAYA MASUK KEDALAM
MASJIDIL HARAM DAN LIHAT KA'BAH ditengahnya.....MASYAALLAH ALLAHU AKBAR. Ya Allah nangislah saya seketika itu. Air mata saya ga bisa ditahan lagi. Ya Allah inikah rumahmu? yang sering saya lihat di tipi-tipi ituuuu???? Subhanallah..... Sip, mulailah tawaf mengelilingi Ka'bah 7x kemudian Sa'i 7x ibadah ini memerlukan fisik dan mental yang kuat karena semua ritualnya jalan kaki. Ada pun yang menyediakan kursi roda buat yang sudah sepuh. Selesailah umroh pertama saya malam itu lalu saya dan jamaah lainnya kembali ke hotel untuk beristirahat.

Keesokan harinya saya dan temen sekamar saya Diah, ibunya dan budhenya, mau subuhan ke Masjidil Haram ngajak temen beda kamar namanya bu Yayuk. Kita berlima jalan kaki menuju Masjidil Haram. 
Saya, Diah dan bu Yayuk sehabis subuhan langsung menuju ke Ka'bah dan melaksanakan tawaf, Alhamdulillah saat itu kita bertiga bisa sholat di Hajar Ismail berjaga sholatnya gantian karena desak-desakan. Pada saat itu pengalaman tak terlupakan terjadi, kita bertiga terpisah tiba-tiba. Kita ingin mendekat ke Hajar Aswad tapi terpisah juga saat itu. Diah ke Multazam, bu Yayuk entah dimana, dan saya
tetap ke arah Hajar Aswad. Disitulah rasa sombong saya dan ambisi saya muncul ingin nyentuh dan mencium Hajar Aswad. Tetapi apa yang terjadi???? Saya hampir mati kehabisan oksigen apalagi saya ada riwayat asma dari kecil. Asli, saya kegencet sama orang-orang Arab yang badannya super gede. Dan disitu saya dapat melihat dan menyadari, ternyata benar keegoisan manusia muncul tanpa disengaja, sifat manusia. Pada saat saya kehabisan napas dan mulai lemas, orang-orang itu hanya melihat dan hanya memperdulikan dirinya masing-masing untuk menuju Hajar Aswad. Saya memandang langit sambil berdoa "Ya Allah ampuni aku" saat itu juga saya seperti diberi kekuatan dan berteriak nama temen saya..."DIAAAAAAAH" tiba-tiba dari arah kanan ada orang yang menarik mukena saya dan badan saya,,, ya Diah sudah kembali disamping saya lagi. Syukur Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah, makasi Diah... Dan dari situlah saya mendapat hikmahnya.... Bahwa kita manusia tidak boleh merasa paling benar sendiri merasa paling bisa, merasa paling TOP, apalagi SOMBONG. Sesama manusia aja bisa saling mendzolimi jika ada kepentingan masing-masing. Iman ya Iman harus tetap terjaga. Akhiranya saya kembali lagi berusaha mendekati Hajar Aswad tapi sudah ga ambisi, kena ya syukur, ga ya udah ga apa apa karena hukumnya sunnah. Akhirnya saya cuma bisa megang lempengan besinya aja, wes Alhamdulillah aja bisa deket sama batu yang pernah dicium Rasulullah. Tapi polisi yang jaga Ka'bah teriak Haraaammm Haraaammm.... saya ga bisa bahasa Arab saya kasih jempol aja hahaha lalu mundur. Hajar Aswad bisa jadi ujian bagi orang yang beriman dalam arti seperti Gus Mus bilang, "kamu mencium hajar aswad dengan cara bagaimana?" jika kita mencium hajar aswad tapi mendzolimi orang lain dengan kita sikut mereka karena rebutan itu sudah haram bukan untuk Ridho Allah tapi ambisi dihati. "KARENA KITA SUDAH MELUKAI SESAMA HANYA DEMI KEPENTINGAN PRIBADI". 

Buat semua saudaraku, pengalaman ini saya share karena kita harus menyadari "Apa sih yang dibawa
dalam diri kita?" IMAN ya IMAN berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai ajal menjemput kita nanti. 

Wallahu'alam Bishawab.

1 comment: